CAMPUS FAIR 2011
| Ada kabar gembira nih mengenai lomba-lomba. Pendaftaran untuk semua lomba diperpanjang hingga 3 Desember 2011. Pengumpulan hasil karya semua lomba diundur menjadi tanggal 6 Desember 2011. Jadi buat kamu semua yang sedang mengerjakan karyanya masih ada waktu untuk membuat karya terbaikmu. Semangat!!! |
What’s Up 11-11-11 ??
Yang kumaksud 11 11 11 adalah deretan tanggal, bulan, dan tahun yang akan kita alami kurang lebih satu hari lagi. Yaitu hari Jumat, tanggal 11 bulan 11 tahun 2011.
Sekilas deretan angka 1 di atas tidak bermakna apa apa, dan pastinya akan berlangsung seperti hari-hari biasanya. Tapai itu mungkin sesuatu yang lebih istimewa lagi.
Tahu gak, deretan angka yang sama (11-11-11) itu adalah peristiwa yang sangat langka. Hanya terjadi selama SERIBU tahun sekali, terjadi saat tanggal 11 bulan 11 tahun ganjil 11. Misalnya, tanggal 11 bulan 11 tahun 2011, 11-11-3011, 11-11-4011, dst membentuk suatu deret dengan range 1.000 tahun. Nah, dahsyat kan?
Mungkin sebagian orang memanfaatkan momen ini sebagai tanggal pernikahan, ilham buat “Togel” atau mungkin acara “Nembak” do’i (biar jadi sejarah gitu yah..hhe). Apapun lah acara yang akan kita lakukan di tanggal itu, yang penting Hepi (usahakan yang bermanfaat ya)…
JANGAN kaget dulu!! ada deret angka yang semua digitnya sama yang hanya terjadi sekali dalam seumur bumi dan perhitungan waktu Masehi!!
deretan waktu itu adalah 11-11-1111
Spektakuler bukan??
sayangnya, anda yang baca artikel ini sudah pasti tidak akan pernah mengalaminya, karena deret ajaib itu terjadi pada tanggal 11 bulan 11 tahun 1111, kecuali ada kakek2 atau nenek2 yang umurnya 1000 tahun..hhe Kita tidak tahu apa tepatnya hal-hal Spektakuler yang terjadi pada hari tesebut.
So, don’t Miss “Jumat 11-11-11″
..Mari lakukan hal yang bermanfaat, apalagi 11-11-11 terjadi pada hari Jumat, yaitu Sayyidul Ayyam (Rajanya Hari), yaitu hari yang dimuliakan oleh Allah swt. sebagai hari untuk beribadah ummat Islam!
~sw
Upaya Mengatasi Situasi Kelangkaan Pangan dengan Meanfaatkan Kearifan Lokal
Indonesia adalah negeri yang diberi karunia sangat besar oleh sang Pencipta. Kekayaan alam yang melimpah merupakan salahsatu aset yang tak ternilai harganya. Oleh karena itulah Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris. Di negeri inilah lahan tersubur serta cocok untuk ditanami berbagai macam tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan.
Dengan kondisi tanah yang subur dan iklim yang baik seharusnya dapat menjamin ketersediaan pangan yang cukup untuk semua warga negaranya. Namun pada kenyataannya kekayaan alam yang melimpah di negeri Agraris ini belum dapat menjamin keseahteraan dan kemerataan di Indonesia. Kerap terjadi kelangkaan bahan pangan di Indonesia. Hal yang sangat ironis, mengingat Indonesia adalah salahsatu lumbungnya bahan pangan di dunia. Banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan pangan ini, dan semuanya saling terkait. Namun, masalah yang bikin geleng-geleng kepala ini bukan berarti tidak ada solusinya. Salahsatu solusi untuk terlepas dari keadaan ini adalah dengan menerapkan kearifan lokal yang sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia.
Jika mendengar cerita dari orangtua terutama nenek dan kakek kita, dahulu jarang sekali terjadi kasus-kasus seperti kelaparan; gizi buruk; terutama kelangkaan bahan pangan tertentu. Semua itu karena masyarakat Indonesia memiliki kearifan lokal yang selalu dipegang teguh. Kearifan lokal tersebut termasuk dalam hal bercocok tanam. Dahulu, tidak ada istilah intensifikasi dan spesifikasi lahan untuk menanam bahan pangan tertentu, seperti yang terjadi saat ini, contohnya fokus utama yang ditanam adalah padi. Kelemahan dari spesifikasi penanaman tertentu (padi) ini meyebabkan ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu (padi). Sehingga ketika produksi padi di negeri ini menurun, maka hal tersebut menjadi indikator bahwa terjadi kelangkaan pangan di Indonesia.
Nenek moyang kita telah memberikan contoh untuk menghindari kelangkaan bahan pangan. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga bahan pangan lainnya seperti singkong; ubi; gadung; talas dan sebagainya. Sehingga ketika terjadi kelangkaan pada bahan pokok, masih ada alternatif sebagai penggantinya dan tidak terjadi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu. Misalkan, ketika stok beras habis, mereka tidak ambil pusing. Masih ada singkong yang bisa diolah menjadi gaplek dan nantinya menjadi nasi gaplek serta bahan pangan lainnya yang bisa diolah lagi. Dengan bervariasinya bahan pangan tersebut, menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi lebih kreatif. Buktinya, nenek moyang kita mewariskan berbagai jenis penganan lezat dari bahan yang berbeda. Setiap daerah di Indonesia memiliki beragam makanan khas.
Masalah utama yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pangan adalah ketergantungan bangsa kita terhadap padi (beras). Konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2004 adalah 136 kg, di tahun 2010 meningkat menjadi 139 kg dan terbesar di dunia. Besarnya konsumsi beras masyarakat Indonesia per kapita per tahun menyebabkan setiap tahunnya pemerintah harus mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Hal tersebut akan terus meningkat dan selalu menjadi masalah klasik yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, potensi kearifan lokal yang telah diterapkan dan dibuktikan oleh orang-orang Indonesia terdahulu harus bisa diterapkan pada masyarakat sekarang. Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa tanpa beras kita masih bisa hidup dan memenuhi kebutuhan karbohidrat. Bahkan bahan pangan lain, contohnya ubi jalar merah mengandung karbohidrat yang tinggi dan vitamin A mencapai 2310 mcg. Pemerintah harus serius dalam menangani hal ini, sedikit demi sedikit pola konsumsi masyarakat Indonesia harus bisa dialihkan.
Pemerintah harus mulai menggiatkan penanaman dan produksi pangan non beras atau padi, dan menanam tanaman pangan yang sesuai dengan keadaan wilayah masing-masing, misalkan menanam sagu; jagung di Indonesia bagian Timur. Kemudian, menanam ubi; singkong; gadung; talas di Indonesia bagian Barat khususnya Jawa. Dengan ini masyarakat Indonesia memiliki banyak pilihan sebagai alternatif makanan pokok, sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan pangan.
addapted from http://www.justbandi.co.cc/


















